Memasak Daging Kambing dengan Tepat dan Sehat

Memasak Daging Kambing dengan Tepat dan Sehat

Meski dikatakan bahwa daging kambing itu bahan makanan yang lebih sehat dibandingkan daging ayam dan sapi karena kadar lemak, kolesterol total, dan kalorinya lebih rendah dari kedua jenis daging tersebut; namun tetap saja daging kambing bisa menyebabkan masalah bila cara mengolahnya kurang tepat. 

Supaya bisa mendapatkan manfaat sehat dari daging kambing, sebaiknya masaklah dengan cara yang benar. Akan sangat disayangkan bila kandungan kalium dan zat besi tinggi dari daging kambing terbuang begitu saja karena kita keliru dalam memasak. Berikut panduannya :

1.Jangan menggunakan santan kental

Memasak daging kambing bersamaan dengan santan kental memang nampak sangat menggoda. Salah satu contoh masakannya adalah gulai. Namun tentunya menu ini sangat tidak baik untuk penderita hipertensi dan mereka yang mempunyai masalah kolesterol.

Agar dapat menikmati manfaat kesehatan dari daging kambing, sebaiknya jadikan sebagai sup atau semur. Dan bila ingin membuat tongseng jangan gunakan santan kental, tapi pakailah yang encer saja supaya cita rasanya menjadi lebih gurih.

2.Mix dengan aneka sayuran

Cobalah membuat masakan dari olahan daging kambing dengan sayuran supaya senyawa berbahaya dari daging kambing dapat berkurang. Anda bisa memasaknya bersama dengan kol, bayam, tomat, dan sayuran hijau yang lain supaya pencernaan semakin lancar dan kadar kolesterol berkurang.

Di samping itu, Anda juga dapat menambah bumbu lain dan rempah-rempah yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Salah satunya adalah bawang putih yang dapat menurunkan kadar trigliserida dan LDL sampai dengan 20 mg/dL.

3.Pilihlah daging yang bebas lemak

Perlu diketahui bahwa lemak jenuh serta kadar kolesterol dari daging kambing itu sangat tinggi. Batasi asupannya untuk mendapatkan manfaat lebih jauh. Supaya lebih sehat, konsumsi pada bagian daging has tanpa lemak atau tenderloin-nya saja.

Selain lebih lembut dan bisa dimasak dengan cepat, daging bebas lemak ini rasanya juga lezat. Itulah mengapa banyak orang menyukainya karena dapat dimasak sesuai dengan selera masing-masing.

4.Jangan digoreng

Supaya baik untuk kesehatan, jangan terlalu banyak mengonsumsinya. Setidaknya santap 1 sampai 2 porsi dalam 1 pekan. Di samping itu cara pengolahannya pun harus betul-betul dipertimbangankan. Sangat tidak disarankan untuk mengolahnya dengan menggoreng karena hanya akan membuat kadar lemak pada kambing semakin meningkat. Solusinya adalah dengan mengolahnya menjadi kambing bakar, sate, sup, dll.

Cara Mencegah Kolesterol Tinggi Akibat Daging Kambing

Mengingat daging kambing identik dengan ancaman kolesterol tinggi, Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi makanan dan minuman penurun kolesterol setelah menyantapnya.

Salah satu contoh minuman yang baik dan kaya flavonoid pencegah kolesterol adalah teh hijau. Di samping itu, Anda juga bisa menyantap buah-buahan seperti delima dan apel. Apel memiliki kandungan pektin yang dapat menurunkan kadar kolesterol LDL penyebab radikal bebas dan mencegah peradangan serta pembentukan plak pada arteri. Sementara delima baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena mengandung fitosterol. Teh hijau, apel, dan delima tersebut mampu membuat garam empedu sebagai bahan dasar kolesterol berkurang dan menjadikan kolesterol dalam hati serta pembuluh darah juga berkurang. 

Jadi, setelah ini Anda akan memasak daging kambing dengan cara apa?

Beriklan Jadi Lebih Mudah

Bagikan :